Short story // Cerita Pendek

Short story // Cerita Pendek

  • WpView
    Membaca 592
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 20, 2020
Ini adalah sebuah cerita tentang kisah dari pemikiran-pemikiran yang ada dalam kepala. Hanya sekedar ingin dibagikan dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Berdasarkan kejadian nyata dari pengalaman seseorang atau yang saya alami. Ada juga diambil dari imajinasi sebuah gambar. Semoga tulisan ini bisa dinikmati siapapun yang membaca dan bisa diambil yang baiknya, buang yang buruknya. Terimakasih. Salam penuh cinta, andiaskiky🥰
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#373
kesabaran
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Juan [REVISI]
  • Apa Boleh Bicara?
  • Garis Takdir Bad Girl
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Short Story
  • A Fractured Soul
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Tales of Life (KUMCER)
  • Satria Dirgantara [Complete]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan