Don't be sad baby

Don't be sad baby

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2020
"Ayah...... Bunda..... hisk... hisk, kenapa ayah sama bunda pergi ninggalin Reta? Ayah....Bunda....hisk... hisk... Reta takut sendiri Yah...Bun...Reta mau ikut Ayah sama Bunda aja.. hisk.... hisk..." isak tangis seorang gadis kecil berusia 6 tahun memeluk nisan kedua orang tuanya. "Reta" panggil anak laki-laki pada Reta. "Reta kenapa nangis, Reta nggak boleh pergi, Reta nggak boleh ninggalin Kevin, Reta nggak sendiri kok di sini ada Kevin dan juga Oma, Kevin bakal jagain Reta terus, Reta jangan sedih lagi ya.. Kevin janji bakal selalu ada buat Reta" ucap anak laki-laki bernama Kevin seraya mengusap air mata Reta yang sudah menggenangi wajah imutnya. Reta menoleh ke sebelah kiri yang di mana terdapat Kevin yang sedang berbicara padanya. "iya, Kevin Reta nggak akan sedih lagi tapi Kevin harus janji ya.. jangan tinggalin reta sama kayak ayah bunda" ucap Reta dengan menautkan jari kelingking nya dengan jari Kevin. "janji.."
All Rights Reserved
#230
anak-anak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Strong Girl Michella (END)
  • Alisa's Story
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • SAME BUT DIFFERENT (Vkook/taekook)
  • NADIRAEFAL
  • Naomi Life's Story
  • Maaf' (Revisi)
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines