Aku pergi (On Going)

Aku pergi (On Going)

  • WpView
    Membaca 34,261
  • WpVote
    Vote 3,626
  • WpPart
    Bab 36
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jul 28, 2021
Bagaimana tanggapanmu berpacaran hanya satu hari lalu putus tanpa ada sebab? Dan bagaimana perasaanmu dikala tahu bahwa itu hanya taruhan saja? ________ "Gue gak mau, gue gak mau kita putus, yang berhak mutusin itu cuma gue. jadi, mau sampai kapanpun jika gue belum ngeluarin kata putus gue-lo gak akan pernah putus," perjelas Lubi. Beginilah tanggapan Alana Archa Lubi pada sosok pria yang bernama Aldian Cute Austrin. Ingin menghindar dari Lubi? Tentunya tidak bisa. Lubi pernah bilang. "Berani buat berani tanggung." Itulah yang harus Aldian tanggung. Mampukah Aldian menanggungnya? Dan sampai kapan status ini akan berakhir? Bagaimana kehidupan Aldian ketika menjalani hari-harinya dengan Lubi? Bisakah hatinya terpincut dengan Lubi? Jika ingin tahu cek ke ceritanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#477
barbar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Suddenly Marriage
  • Stay With Me
  • Lantas (END)
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • THE CLIMB [Completed]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • VARA [HIATUS]
  • ARUMILA

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan