We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
while(true) { I Love(you) ; }

while(true) { I Love(you) ; }

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cempaka, gadis biasa dengan tingkat kehaluan yang luar biasa. Sering nge-halu bertemu dengan pangeran tampan pujaan hati saat ia memasuki masa sma nanti. Masa dimana ia akan bertemu dengan pangerannya saat hari pertama masuk, pangeran yang menolongnya saat ia dihukum oleh guru. Aishh semua sudah ia bayangkan. Aneh memang, tapi yaa begitulah cempaka. Tapi Bagaimana nasib sang gadis saat ia mengetahui seluruh kehaluan dan imajinasinya terancam pupus karena keputusan orangtua nya? Akankah ia tetap akan bertemu dengan sang pangeran di masa smk, bukan sma nya? baca terus cerita ini untuk tau kelanjutan kisah cempaka ya gaiss :*
All Rights Reserved
#255
komputer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • A Day In My Love
  • Sweet Boy Friend 🖤
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • BERLABUH | Pada Siapa? [Belum Revisi]
  • Om, Ayo Nikah!
  • ALSYA
  • You And Me, Can We? [On Going]

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines