We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Before You Go

Before You Go

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Semenjak kemunculan paket misterius atas nama Star, Valora berusaha menguak kembali tragedi kematian misterius sahabatnya yang diisukan bunuh diri. Akan tetapi tanpa sengaja ketika ia menyikap kematian Billy justru ia menguak banyak misteri yang di sekolahnya dan juga ibu tiri Billy yang bisa mengancam nyawanya. Ditambah datangnya seseorang asing super jenius yaitu, Ophiuchus lelaki polos berwajah rupawan, dia mengaku sebagai bintang yang turun ke bumi karena di usir oleh saudara-saudaranya. "Lo siapa si sebenernya?" Ucap Val mulai kesal. Lelaki itu menunjuk langit malam yang gemerlap oleh bintang, " Aku tahu kamu pasti ga akan percaya kan sama aku," senyumnya. - awesome cover by chyxmeyd_
All Rights Reserved
#652
frienship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • NO ESCAPE ✓
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Aksara Luka di Atas Janji
  • Tandang
  • STARWA [END]
  • Book of Secret Charms
  • Wings of dreams

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines