Kepingan Kenang

Kepingan Kenang

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 14, 2020
jangan pernah benci pertemuan karena semenjak memulai kita sama-sama menentukan pilihan sedalam apapun luka sesakit apapun perpisahan kita hal terbaik untuk saat ini adalah rela
All Rights Reserved
#4
kemarau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Hujan
  • [END] Semesta Hati
  • FORGOTTEN PROMISE
  • The Rain
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • DEVONALEXA
  • Pluviophile || Nyctophile
  • Langit Masih Punya Bintang (EDITED)
  • Aku dan Kamu Tapi Tak Pernah Jadi Kita.
  • Haters and Lovers of Rain [END]

Reza yang gagap, yang culun, yang berjalan seperti kelinci, yang setiap istirahat sekolah selalu menghabiskan waktunya dengan berjualan gorengan, tak menyadari bahwa dirinya mulai menyimpan rasa kepada Gadis Hujan yang notabenya adalah anak baru yang pintar dan cantik. - Gadis Hujan perlahan mulai menyadari akan kepribadian Reza yang berbeda. Entah itu kepribadian ganda atau memang disengaja. - "Lo tahukan teori turunnya air hujan? Dari situ lo bisa liat berarti bumi itu memiliki ujung. Itu artinya hujan adalah pemberi petunjuk bagi ketidak pastian. Lo tahukan, semua ilmuan bilang bahwa mendengarkan rintikan air hujan bisa buat kita tenang. Itu artinya hujan adalah pemberi ketenangan. Kita suka hujankan? Kita suka main hujan-hujanankan? Anak kecil juga suka hujan.Berarti itu artinya hujan adalah pemberi kesenangan. Lo juga pasti ngerasain lah ya, bahwa kita gak bisa hidup tanpa minum, dan air minum ada awalnya dari hujan. Itu berarti hujan adalah pemberi kehidupan. Dan lo tahu, kebanyakan orang suka nangis dibawah air hujan supaya orang lain gak tahu bahwa dia sedih. Itu artinya hujan adalah pemberi kesamaran" Reza tersenyum tulus menatap Gadis yang terlihat menganga. "Masih mau ngelak kalau hujan gak punya makna?" Tanya Reza sembari menyeringai. -- coverby: adindputri

More details
WpActionLinkContent Guidelines