Restraint

Restraint

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 19, 2020
"Seharusnya aku ada di antara kalian! Tapi karna Dia hadir aku harus merelakan posisiku untuknya! Sialan!!" "Maksud lo apa?" "Kalian nggak tau kan? DAN NGGAK AKAN PERNAH TAU! Karna kalian nggak pernah mau tau tentang aku" "Hah? Lo ngapain sih marah-marah? Lo gak tau kami lagi berduka?" "Duka? Hanya ini kamu udah bilang duka?" "HANYA LO BILANG?!" "Diem dulu!" "Tapi dia-" "Sebenarnya lo kenapa sih? Jangan bilang.....lo dalang dari semua ini?" "Hahahaha....Kalian baru sadar sekarang? Baru ngerti?" "Apasih?" "Tunggu! Jangan bilang...." "Iya, Gue yang bunuh Vita" "APA?!!" Disinilah kisah mereka ditulis, dimana persahabatan yang mereka bangun harus menghilangkan satu nyawa sebagai bayarannya.
All Rights Reserved
#124
special
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • Minus A
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • Diary Depresiku
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Stres In Life
  • ARKALYA (END)
  • Breathe
  • Unforgettable
  • Shena Aquella {SELESAI}.

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines