We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SENJA MERAH (Ksatria)

SENJA MERAH (Ksatria)

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 21, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Senja adalah waktu pergantian tugas antara matahari dengan bulan. Matahari yang sudah sepanjang hari menyinari bumi tanpa lelah, akhirnya dapat beristirahat digantikan sang bulan yang memberikan cahaya yang menyinari dikegelapan. Senja dikatakan waktu yang memunculkan jembatan untuk makhluk-makhluk di dua alam untuk bergegas menyelesaikan misi. Makhluk yang dikatakan evil mempunyai misi yang harus complete sebelum pagi datang, karena evil lebih menyukai bulan (tempatnya kegelapan) dari pada matahari (tempatnya para ksatria). Ksatria yang mempunyai berbagai spesialisasi dan mereka tidak bisa menyempurnakan kekuatannya jika belum bertemu dengan sesamanya. Sesamanya disini yaitu ksatria lain yang ditakdirkan untuk menyempurnakan tugas (tugas per-team). Takdir yang membawa mereka, tuhan yang menulis skenario. Mereka tidak membutuhkan tutor ataupun guru karena orang yang terpilih gak butuh petunjuk karena setiap petunjuk akan mereka dapatkan dengan kilasan yang muncul dalam pikiran mereka, terawangan dengan mata yang tersaji seperti tontonan, dan suara perintah di telinga mereka. Mereka para ksatria yang di Takdirkan dalam satu team, akan dipersatukan takdir dengan cara yang takdir kehendaki. Karena jika takdir sudah tersaji, itu sudah keputusan mutlak sang tuhan.
All Rights Reserved
#245
penyihir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty (End?)
  • Sekar Ayu Kinanthi
  • Takdir Waktu (Telah Terbit)
  • Moonlight After Sunset: Justitia
  • Behind The Smile
  • Nadi Akhir Luka
  • Keazen (A Sly World)
  • Senja dan Jingga
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?

Hampa mengisi hatinya Membiarkannya kesakitan Hingga seseorang menerimanya Membuatnya tenang dalam kesendirian Tapi, saat semua hilang Pergi meninggalkannya Tidak ada lagi seseorang Yang menemaninya Ketakutan menyiksa Menghapus kenangan Kehampaan tertawa Mengejek kelemahan Hingga tiba saatnya Seseorang kembali menolongnya

More details
WpActionLinkContent Guidelines