Malam Kelabu✍️

Malam Kelabu✍️

  • WpView
    Lecturas 5
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 22, 2020
WpInfo
No ficción
Kupandang Langit Yang Begitu Redup. Sunyi Kudengar Tanpa Ada Suara. Bintang Itu Menunjukkan Pesonanya. Bulan Itu Memaparkan Cahayanya. Terlintas Dipikiran Tanpa Kusadari. Tak Begitu Jelas,Tapi Aku Tersadar. Menetes Tanpa Kuminta . Jantung Semakin Berdebar. Teringat Peristiwa Yang Dulu Terjadi. Membongkar Memori Otak Ku Yang Tergores. Tersayat Hati Yang Begitu Rapuh. Kulepas Semua Dengan Teriakan Yang Menjadi.
Todos los derechos reservados
#987
ceritaku
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • GARIS TAKDIR
  • BulBin (END)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • SELENOPHILE
  • -YOU-
  • Matahari
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • RETURNING SUNSET
  • KAIFA HALUKI??

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido