Hela Nafas
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 22, 2020
WpInfo
Non-Fiction
22 Agustus 2020 Pagi yang begitu cerah, hembusan angin di bulan Agustus, Terima kasih Tuhan aku bisa bangun dan bisa bernafas. Bulan ini adalah seleksi terakhir untuk masuk perguruan tinggi aku berusaha untuk mengurus semua berkas-berkas yang di perlukan, kemarin aku mulai mengurusnya, namun memang urusannya belum selesai. Kemarin aku pergi jauh dari rumah aku pergi untuk melihat segala pemandangan indah di luar sana, aku pergi tidak sendirian, namun aku pergi bersama sahabatku kami bercerita banyak hal di perjalanan. Aku berangkat dari rumah pukul 10.00 pagi dan aku pulang pukul 12.54 siang. Seperti biasanya apapun alasanku pasti akan salah di mata mereka. Aku pulang di rumah dengan berbagai macam pertanyaan yang di lontarkan kepadaku, aku sedih dan selalu berkat di dalam hatiku aku salah namun aku benar, kedengarannya sedikit konyol namun kenyataannya seperti itu. Aku tidak pernah menyalahkan semesta atau menyalahkan orang lain namun aku selalu menyalahkan diriku sendiri yang belum bisa menjadi apa yang mereka inginkan, di setiap hela nafasku ada doa yang selalu ku ucapkan suatu hari nanti aku akan pergi dengan kebahagiaanku dan dengan jalan hidupku sendiri. Aku tidak pernah tau harus mulai dari mana aku akan bercerita tentang hidupku. Siapapun yang membacanya nanti, coba seandainya kalian yang merasakan apa yang ku rasakan apakah kalian akan sanggup?. Hela Nafas lah yang bisa kalian lakukan untuk menghilangkan rasa sakit hati yang kalian rasakan. Lanjut baca ceritanya ya........!!!!!
All Rights Reserved
#593
sabar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • Cinta Simpul Mati 2
  • Jemput Aku, Tuhan [OPEN PO]
  • Di Usia 16(Terbit)
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • Maudya (Mencari Cinta & Kebahagiaan)
  • You are in my past and my future [END]
  • Kanaya & Devano [END]

⚠️ BEBERAPA PART DIHAPUS! ⚠️ DON'T COPY MY STORY PLEASE! ⚠️ JUDUL AWAL "MARRIED WITH CEWEK ALIM" •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• Teenfiction-Spiritual Wahai Imamku, menerima mu di hidup ku memang lah berat. Banyak yang harus ku korbankan termasuk hatiku. Tangis dan luka yang kamu berikan memang lah sakit, tapi aku sudah memaafkanmu. Aku yakin kelak kamu akan mencintai ku, meski tidak tau kapan. Bukan kah Allah sang Maha Pembolak Balik Hati? -Annisa Syahira Aku tidak tau Allah membuat hatimu dari apa, lembut dan mudah memaafkan. Aku tau aku tidak pantas untuk mu dan aku sadar diri. Sejak awal aku sudah memberi tau untuk tidak menerima perjodohan ini. Hal itu karena hanya akan menciptakan luka dan air mata untuk mu. -Arjuna Reyhan Dirsan ================= Berawal dari perjodohan antara Icha dan Juna diusia mereka yang masih muda. Banyak luka dan air mata yang tercipta namun berusaha untuk dipertahankan. Mulai dari kedatangan orang baru dan masa lalu dikehidupan mereka berdua. Ini adalah kisah usaha Icha untuk meluluhkan hati Juna sang pelengkap imannya. Apakah rumah tangga mereka bertahan? (FOLLOW DULU SEBELUM BACA)

More details
WpActionLinkContent Guidelines