We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KUNTERO
  • WpView
    Reads 805
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Mar 21, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Menjadi pendekar pendang merupakan mimpi terbaik bagi Kuntero. Pedang pemberian kakeknya merupakan kebanggan baginya. Kuntero terus berlatih, dan berlatih hingga menjadi pendekar pedang yang cukup disegani di seluruh antero jagad raya. Kakeknya seorang pandai besi, yang bisa menempa besi tua menjadi sebuah pedang naga yang sangat dahsyat dan banyak diburu para musuh. Kakeknya juga yang selalu mengajari Kuntero berlatih di hutan bambu hingga menjadi piawai dalam memainkan pedangnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pendekar Laknat
  • Pendekar Hina Kelana (Xiaou Jianghu) - Jin Yong
  • KILAUAN..Pedang Naga Merah
  • 9 Manusia Harimau Tanah Sunda
  • Badik Buntung - Chin Tung

MENGAPA? MENGAPA? MENGAPA? Demikian pertanyaan yang selalu menghuni dalam benak Siau-liong, jejaka berumur 16 tahun yang sedang belajar pada Tabib Sakti Jenggot Naga Kongsin To. Mengapa gurunya melarang ia untuk menuntut balas atas kematian ayahnya? Kata gurunya, larangan itu adalah pesan terakhir dari ayahnya, pada saat hendak menghembuskan napas terakhir. Mengapa mendiang ayahnya berpesan begitu? Dan mengapa pula gurunya melarang ia berkeliaran ke balik gunung? Sudah 10 tahun lamanya, pertanyaan itu mencengkam pikirannya, tanpa penyelesaian. Toh Hun-ki adalah suhu dari ayahnya dan bukan seorang jahat. Namun karena ia fanatik sekali terhadap gengsi maka ia meminta kematian Tang Gun-liong dan melukai isteri muridnya itu. Tjoa-sek Se-si Ki Ih, isteri Tang Gun-liong itu, berasal dari seberang laut. Wanita itu gemar membunuh sehingga menimbulkan bentrokan dengan partai-partai persilatan lain. Dan sebelum resmi menikah dengan Tang Gun-liong, ia sudah melahirkan anak, yakni Siau Liong. Sebagai ketua Kong-tong-pay, Toh Hun-ki malu terhadap perbuatan muridnya. Terpaksa ia membunuh Tang Gun-liong dan melukai isterinya. Dalam penderitaannya, Siau Liong memperoleh ilmu dari seorang kakek tua yang pada zamannya dikenal sebagai Pendekar Laknat yang sangat ditakuti oleh para pendekar dalam dunia persilatan. Dalam perantauannya, Siau Liong seringkali berperan sebagai Pendekar Laknat sehingga nama busuk gurunya dapat direhabilitasi dan dendam kematian ayahnya juga dapat diselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines