Suatu saat nanti

Suatu saat nanti

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Aug. 22, 2020
WpInfo
Belletristik
Romantik
Suatu hari nanti Pria itu tersenyum Melambaikan tangannya Ku hampiri dia, membalas senyumanya. Dia laki laki yang selalu setia menjemputku. Seorang rantauan, laki baik yang ku kenal. Tak harusnya ku ganggu kehidupannya. Beberapa bulan mengenalnya,membuatku tertarik padanya. Berjalan bersama dan membuat cerita indah pada masa itu. Lalu, setelah kita buat rangkaian cerita indah ku tinggalkan dia. Memilih jalan yang tak pernah ku duga. Membuat keputusan sendiri tanpa berkompromi dahulu. Tapi, rangkaian cerita indah dan sakit ini selalu punya arti sendiri. Yang sampai saat ini tak pernah hilang dari ingatanku. Pada suatu saat nanti akan ku beritahu padamu kenapa ku memilih jalan ini. Dan bila akhirnya ku juga sakit, tak apa. Karena ku tahu sakitnya dulu seperti apa.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • All of the stars [Bulan's]
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • When Love is Breaking
  • seribu tanya tak terjawab
  • You Are Still The Winner
  • SECOND LEAD
  • Ambiguous
  • Backstreet

Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien