Story cover for TAAPATI [ON GOING] by miaanawng
TAAPATI [ON GOING]
  • WpView
    LECTURAS 261
  • WpVote
    Votos 54
  • WpPart
    Partes 7
  • WpView
    LECTURAS 261
  • WpVote
    Votos 54
  • WpPart
    Partes 7
Continúa, Has publicado ago 23, 2020
Bagi Respati, melepaskan untuk mengikhlaskan adalah suatu keputusan yang baik. Namun Tania? Baginya mengikhlaskan tidak harus melepaskan. Sampai keduanya membisu lalu diam dalam rindu.

"Tapi gua ga mau sama dia! Masa lalu, ya masa lalu. Ga perlu diingat apalagi diulang!" 

" Dengar, cinta ga harus memiliki. Kalau sudah melepaskan, itu artinya mengikhlaskan. Dan ketika semuanya sudah terjadi maka yang dapat dilakukan hanya diam lalu pergi." 

"Mungkin gua dulu adalah pecundang. Tapi, semua akan berubah. Seekor ular yang bisa, dapat dijinakkan. Tunggu sampai gua datang dan lu akan selalu berada dalam kandang."

Setelah lama dia pergi dan menghilang meninggalkan bekas luka yang masih belum tertutup sempurna, hingga sekarang. Tuhan sangat baik padaku. Dia memberiku luka itu agar kelak ada seseorang yang menyembuhkannya. Terima kasih, aku sudah mendapatkannya.

Namun satu pertanyaan ku. Dari Tania, sang gadis malang yang kehilangan ibu tercintanya. Mengapa saat luka itu belum tertutup sempurna, kau ambil lagi dia yang menjadi alasan ku untuk berada?

COVER BY: NIYYOWGRAPH
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir TAAPATI [ON GOING] a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#31melupakan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Jika esok Tak Pernah Ada de Syaquelara
12 partes Continúa
Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....
LOST MY BREATH (ON GOING) de rainbowrubyynvl_
6 partes Concluida
INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
HIDDEN I (The End) cover
Benalu [Terbit] cover
LAST SENTENCE (SELESAI) cover
Hiraeth. cover
STELLA (On Going) cover
Interweave cover
Jika esok Tak Pernah Ada cover
IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT] cover
EVIDEN (Republish) cover
LOST MY BREATH (ON GOING) cover

HIDDEN I (The End)

51 partes Concluida

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•