Garis Ruang

Garis Ruang

  • WpView
    Reads 22,255
  • WpVote
    Votes 1,737
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Oct 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aisha Kartika, CEO perusahaan interior Garis Ruang, memimpin proyek pembangunan hotel di Jeddah, Saudi Arabia, di mana lukisan Azura, sahabat sekaligus cinta yang pernah ia tinggalkan, menjadi bagian dari desainnya. Pertemuan ini menggugah kembali perasaan yang dulu ia tolak demi prinsip dan keyakinannya. Bersama Dira, asisten yang berjuang demi keluarga, Aisha belajar memahami garis Tuhan di ruang hati, tentang cinta yang harus dijaga dan takdir yang menuntun langkah mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Script We Never Wrote
  • ZAWIL
  • Cinta Dalam Deadline
  • Copy of Life
  • Tale On Paper(END)
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Ikatan Benang Takdir
  • Felicity

by: shim Di dunia yang menuntut kesempurnaan dari tampilan luar, Ayasha Hadiansyah belajar menjadi kuat tanpa harus bersuara. CEO muda dari sebuah startup fashion yang sedang naik daun, Ayasha menandatangani pernikahan kontrak demi menjaga citra profesional di mata investor. Bukan karena cinta. Tapi karena dunia tak memberi banyak pilihan untuk perempuan seperti dirinya. Rayhan Ishfahani, konsultan hukum dengan masa lalu yang ia simpan rapi, datang bukan sebagai penyelamat, tapi sebagai seseorang yang juga diam-diam bertarung dengan sunyi di dalam dirinya. Pernikahan mereka diawali dengan akad yang hening, mahar yang penuh makna, dan kesepakatan bahwa masing-masing tetap pulang ke apartemen sendiri malam itu. Tapi takdir tak pernah sesederhana garis hitam di atas kontrak. Di balik percakapan tanpa skrip, tatapan yang tak sengaja, dan siluet cinta masa lalu Ayasha yang perlahan muncul kembali-mereka belajar bahwa tidak semua luka harus ditutupi, dan tidak semua hubungan dimulai dengan cinta. Kadang, yang paling menyembuhkan adalah naskah yang tak pernah kita tulis, tapi tetap kita jalani bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines