Senja ufuk Barat Seoul

Senja ufuk Barat Seoul

  • WpView
    Membaca 5,368
  • WpVote
    Vote 580
  • WpPart
    Bab 21
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 13, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
Islam adalah segalanya bagi Ersa. Ketentuannya mutlak. Menjalankan Perintahnya adalah kewajiban. Kitabnya membawa ketenangan di hati gundah. Alunannya mengalun merdu ditelinga. Sekiranya begitulan gambaran kecintaan Ersa pada agamanya. Eropa pemilik julukan benua biru. Negeri rupawan dengan mayoritas masyarakat ber'iris mata berwarna biru cerah. Istilah darah biru bermakna bangsawan tidak bisa dilepaskan kaitannya dari negeri Eropa. Negara satu-satunya teramat Ersa kunjungi. Kekaguman Ersa tidak pernah lepas dari negeri benua biru. Apalagi temuan-temuan menakjubkan arkeolog soal jejak islam di Eropa. Menambah ketertarikan nya dengan negara tersebut. Namun, sepertinya Tuhan berkehendak lain. Hingga menghantarkan dirinya ke negeri Ginseng. Sebelum menjadi perantara ke negeri Eropa. Ersa memulai meniti karir di negeri Ginseng atas tawaran paman nya. Menggantikan paman sebagai seorang manager artis. Bukanlah hal mudah bagi Ersa. Menetap di negara yang mayoritas penduduk atheis. Dengan segala macam perbedaan yang ada. Membuat Ersa meneguhkan hati bahwa pilihannya telah tepat. Meskipun Dia harus menyesuaikan beradaptasi. Bagaimana kelanjutan kisah Ersa? Mengatasi segala bentuk permasalahan berbeda dan benar-benar baru baginya. Apakah Ersa akan betah menetap di negeri Ginseng tersebut demi keinginan menapak di Eropa? Ataukah semua malah berbalik arah? ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "Noona, Apa yang paling Kau suka dari dirimu?" "Hijabku. Benda lembut yang kerap membuatku merasa tentram dan damai." 🍃🍃🍃 Cerita ini hanya fiktif belaka yang setiap adegan 100% murni berasal dari imajinasi Author. Copyright ©Ka_Hoku | 2020
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#34
manager
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Seven Rules
  • ALLASSO (END)
  • 21 Days [✓]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • I am the Lucky One
  • It's Always Been You✔️
  • New Universe : Transmigration
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • When Tinkerbell meets Howl | Johnten (Ongoing)

Srekk!! Srekk!! Seorang gadis tengah berlari di keheningan malam. Terus berlari meminta pertolongan. Suara parang yang beradu dengan aspal itu terdengar semakin jelas. Ini semua gara-gara keingintahuannya pada ruangan itu, ruangan terlarang yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun. "Maaf, ku mohon maafkan aku." Mohon gadis itu dengan terisak. Seorang pria dengan jubah hitam berdiri di depannya. Srekk!! Ada berita yang beredar, ada peraturan yang tidak boleh dilanggar jika berkunjung ke rumah pinus. Rumah yang sebagian besar terbuat dari pohon pinus itu, bergaya klasik dan elegan. Jangan pernah memasuki ruangan dengan pintu putih dengan hiasan batik merah. Jangan pernah masuk ke gudang belakang. Jangan pernah memakai toilet di lantai satu. Jangan pernah pergi ke ruangan bawah tanah. Jangan pernah singgah lebih dari jam delapan malam. Jangan pernah penasaran dengan gudang sebelah rumah. Jangan pernah menyentuh pisau bergagang kepala naga di dapur. Ini peringatan!! Jangan sekali-kali melanggar peraturan tersebut. Jangan tertipu dengan wajah polos mereka. Mereka hanya menggunakan topeng. Tidak ada yang tau isi ruangan terlarang itu. Tidak ada yang pernah selamat setelah masuk kesana. Dan jangan pernah cari tau. Tapi, Arabella melanggar itu semua.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan