PEDIH
  • WpView
    MGA BUMASA 537
  • WpVote
    Mga Boto 200
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Sep 7, 2021
Afarani, gadis culun berkacamata. Pendiam karena memang tidak ada yang ingin berbicara dengannya. Cerdas, karena memang itu satu-satunya yang bisa dibanggakan darinya. Afarani selalu memakai hoodie ke sekolah, dia tidak ingin terlihat oleh siapapun, karena tidak terlihat saja dia sudah dibenci oleh banyak orang, apalagi kalau orang-orang sampai menyadari kehadirannya. Selama enam bulan bersekolah di SMA elite ini, tidak ada satupun yang mau berteman dengan Afarani, dikarenakan sifat Afarani yang tertutup dan pembullian yang dilakukan oleh ratu sekolah Nadeya. Namun sejak dihukum hormat ke tiang bendera selama tiga jam, membuat Afarani mulai dekat dengan seseorang. "Kalau lo emang gak suka terlihat dan jadi pusat perhatian banyak orang, berhenti melakukan hal yang bisa membuat orang lain tertarik! " "Apa menjadi anak dari istri simpanan seorang pejabat adalah suatu kesalahan? " *** Update tiga kali seminggu.
All Rights Reserved
#388
perjuangan
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Aksara Kita
  • Enemies in Flames
  • Raymentara
  • [Complete] Fate in Chains
  • RAISA
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Air Mata Elara
  • Lost in Reverie [Moqeel]

Mohan Bagaskara diciptakan sebagai sosok yang terlihat dingin, pendiam, dan nyaris tak tersentuh, tetapi jauh di dalam dirinya, ada luka yang ia sembunyikan rapat-rapat. Ia adalah seseorang yang tumbuh dalam bayang-bayang ekspektasi, di bawah kendali ayahnya yang otoriter. Bagaskara tidak pernah benar-benar merasa memiliki tempat untuk pulang-rumahnya hanyalah bangunan, bukan tempat berlindung. Karena itu, ia memilih untuk menjaga jarak dari segalanya, agar tidak ada yang bisa menyentuh atau melukai dirinya lebih dalam lagi. Aqeela Gantari, di sisi lain, adalah cahaya yang tetap berpendar meskipun diterpa banyak luka. Ia belajar hidup dengan kehilangan, tumbuh dengan kekecewaan, dan bertahan dengan hati yang mungkin sudah lelah. Namun, berbeda dengan Bagaskara yang memilih menutup diri, Gantari tetap berusaha berdiri tegak. Ia tidak menunggu dunia menjadi lembut padanya, tetapi ia juga tidak membiarkan dirinya larut dalam kepahitan. Dalam penciptaan mereka, ada satu hal yang menjadi benang merah: keduanya tidak mencari penyelamat, tetapi mereka akhirnya menjadi tempat pulang satu sama lain. Tapi perbedaan mereka akan menjadi kekuatan, atau justru membuat keduanya saling menjauh? #Mohqeel #asmaragenz dituangkan secara tekstual, fiktif dan sedikit romansa.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman