MY DESTINY

MY DESTINY

  • WpView
    LETTURE 101
  • WpVote
    Voti 8
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, set 29, 2020
Dimana hati tulus yang kuberikan padanya dihancurleburkan dalam sekejap bahkan berkali-kali. Dulu aku tak perduli jika hati ini slalu dikecewakan namun akupun hanya manusia biasa yang memiliki batas kesabaran. Dan saat aku menyerah pada hubungan ini dan memutuskan untuk berhenti mencintainya dia datang padaku dan mengatakan bahwa dia benar benar menyesal. Aku terpaku pada mata sayu yang dulu slalu menatapku penuh cinta dan kasih sayang. Aku sempat berpikir mengapa takdir begitu kejam pada kisah kami. Dan kini aku tau jawabannya. ~Ana
Tutti i diritti riservati
#179
possessive
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Misunderstand
  • TAK BERSAMBUT
  • MY BEST MISTAKE
  • Stolen Before Fallen
  • PEKA
  • If I Hope ✔️
  • Elamour [ALS #2] ✔️
  • All of the stars [Bulan's]
  • Terima Kasih, Benua ✓

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti