غلاف قصة BREAD & JAM بقلم Apasiyangbelum12
BREAD & JAM
  • WpView
    مقروء 2,837
  • WpVote
    صوت 853
  • WpPart
    أجزاء 49
  • WpView
    مقروء 2,837
  • WpVote
    صوت 853
  • WpPart
    أجزاء 49
مكتمِلة، تم نشرها في أغسـ ٢٤, ٢٠٢٠
للبالغين
GENRE : FANTASY-ROMANCE  Paket fantasy, romance, humor, mistery. Dijamin ketiwi, klo ngga berarti anda tidak retjeh

Ini tentang kisah dua insan tuhan yang saling menaruh hati sekaligus curiga. Mereka saling mencurigai dalam diam. Tidak ada satupun yang ingin menguaknya, mereka sembunyikan rapat-rapat sampai ke sukmanya. Pertemuan mereka terikat oleh masa lalu dan terhubung dengan tali masa depan mereka kelak.

"Aku melihat kematianku di tangannya." Cassandra Kim J.  Mempunyai kemampuan melihat masa depan dan kembali ke masa lalu untuk merubahnya. Dia bukan dilan yang bisa meramal tapi hanya seorang pemilik toko roti kecil. Sik asik joss.

"Aku melihat sisa waktuku di lehernya." Henry Lee B. Seorang pastry chef yang mempunyai kemampuan melihat sisa waktu seseorang tapi dia bukan Lee Dong Wook, Si Joseung Saja. Tapi sama gantengnya wkwk.

Selamat datang di dunia mereka. Dunia yang awalnya begitu manis dan cerah karena selalu dikelilingi kue-kue yang manis. Lalu berubah menjadi pahit dan gelap karena diselimuti rasa sangsi serta termakan buah pahit. Tolong bantu mereka keluar dari situasi ini, tolong mereka! Iya kamu yang sedang membaca ini.

Desclaimers : 
1. All pictures sources from pinterest.
2. If there are the same characters, places or stories. It's pure coincidence. This story is fiction and pure my imagination.
جميع الحقوق محفوظة
الفهرس
قم بالتسجيل كي تُضيف BREAD & JAM إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
The Case  بقلم kdlzzz
39 أجزاء مكتمِلة
Laki-laki itu menengadahkan kepalanya, menatap langit malam yang pekat tidak berbintang, tampak kelam dan bagai dihuni kejahatan. disampingnya, duduk seorang gadis berjas dokter lengkap dengan stetoskop tergantung dilehernya, ikut mendongak mengikuti arah pandangan Jungkook. "kau tau kenapa langit begitu gelap malam ini? tak ada bintang yang menghiasinya seperti biasa." Jungna menurunkan kepalanya, berhenti menatap keatas berganti pada laki-laki yang kini juga menatapnya. "karena dunia juga dipenuhi kegelapan." jawaban itu keluar dengan lugas tanpa ada hambatan dari bibir Jungkook. si gadis tercenung,"kenapa kau mengatakan hal itu?" tanyanya penasaran. "kau bertanya padaku, jadi itulah jawaban menurut ku." dengan anggukan kecil Jungna merespon, namun ketidak puasaan belum timbul dihatinya. "alasanmu itu tidak cukup untuk meyakinkanku." Jungkook menyandarkan punggungnya pada tembok bangunan minimarket, tangannya mengangkat sekaleng minuman soda dan kemudian meneguknya. gadis itu tampak sabar menunggu repond dari laki-laki tersebut. hingga cairan mengigit lidah itu menghilang dari mulutnya, Jungkook tak kunjung menjawab, dia justru berdiri yang spontan diikuti Jungna. "yak! kau mau kemana jungkook-ah? apa alasanmu mengatakan kalau dunia ini dipenuhi kegelapan." "kau seharusnya sudah tau Jungna-ah, dunia memang dipenuhi kegelapan, banyak makhluk yang berpikiran picik yang tinggal didalamnya. dan kau bisa menganggapku salah satunya." ia terdiam dengan ekspresi bingung, Jungkook tersenyum tipis kemudian kembali melanjutkan perkataannya. "kasus yang sering terjadi, menimpa banyak orang dan memakan banyak korban. satu orang dapat melenyapkan banyak nyawa, dan dibalik kejadian mengerikan itu, ada beberapa kelompok yang hidup tergantung padanya." "siapa?" tanya Jungna semakin dibuat penasaran. "aku, mereka, dan juga kau." ~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~- Cerita FANFICTION. cast : Jeon Jungkook menggunakan bahasa baku. Start= 23-april-2020
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] بقلم AYA_MNK
26 أجزاء مستمرّة
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT