???
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 24, 2020
Setiap Hari... Penuh perjuangan Penuh penderitaan. Penuh duka. Penuh luka Penuh penyesalan. Penuh rintihan. Seperti sebuah batu yang hanya bisa bertahan dengan semuanya tanpa bisa melakukan apa apa. Hidup dengan ribuan duka. Bernapas dengan berjuta tetes airmata.
All Rights Reserved
#99
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Antara ✔
  • Aruna Dan Rahasianya [Telah Terbit]
  • Untuk Dimas (End) REVISI
  • Criticalove [SELESAI]
  • Endless [END]
  • Derena
  • I'M TALISA || END
  • Your Memories[End]✔
  • Diary Peri Keceriaan

Terakhir kali bias jingga datang, Jagat sedang menikmati sorenya ditemani alunan musik yang sengaja diputar berulang-ulang. Sampai ketika senjanya benar-benar menghilang, Jagat masih enggan untuk beranjak pulang. Alasannya sederhana, Jagat hanya ingin menetap lebih lama, menyaksikan bagaimana sore berganti malam dalam kesendiriannya. Atau justru hanya sebuah kesengajaan agar perlahan-lahan Jagat terbiasa merasakan sakitnya ditinggalkan. Pelan-pelan. Agar lukanya tidak semakin dalam. Sampai ketika Jagat sadar, bahwa senjanya sudah lama terbenam, detik itu rasanya angin seakan berbisik tentang berbagai macam kehilangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines