We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menulis Ulang Kenangan

Menulis Ulang Kenangan

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2020
WpInfo
Non-Fiction
kamu tau ini kisah tentang apa? tentang siapa? lalu mengapa harus ku buat? hey, ini kisah tentang seseorang yang teramat istimewa. tentang seseorang yang kehadirannya sanggup menghangatkan suasana, memberikan rasa bahagia bahkan mampu menularkan senyum nya kepada setiap orang. Dia, sama saja seperti mentari ... ya, mentari. bersinar sendiri, bukan karna orang lain tapi justru untuk orang lain. Tapi sayang, tuhan lebih tau apa yang terbaik. dia redup, saat banyak orang masih membutuhkan sinarnya. Dia memilih untuk terbenam, saat banyak orang masih mengharapkan hadirnya. Dia menghilang, membawa segala tawa ceria dan meninggalkan goresan luka untuk setiap orang yang pernah di singgahinya. hey, jangan fikir dia egois. kamu tau apa bisiknya pada ku? tidak, tak akan ku katakan. karna jika kukatakan aku tidak yakin kamu sanggup mendengar nya.
All Rights Reserved
#104
hilangingatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Waktu?
  • Different [END]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • My Life, My Destiny
  • LARA
  • KALI KEDUA
  • Rainie ( END )
  • Golden Hide

Izinkan aku mengungkap sesuatu hal yang menurutku penting, izinkan aku mengungkapnya untuk yang terakhir kali. Rasanya berat jikalau harus melupakan orang yang dulu selalu bersama kita, setelah semua yang kita lewati bersama, tapi apa boleh jika takdir tidak berpihak sama kita. Aku terlalu berlebihan mempunyai rasa yang lebih dari teman tapi kamu harus tau semua perhatian yang kamu beri itu menumbuhkan rasa yang lebih dari pada seorang teman, dan harapan aku sangat besar tentang perasaan kamu. Untuk yang terakhir kali dan semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi sosok aku dihidup kamu, maafkan aku telah menyukaimu lebih dari seorang teman, kenal kamu itu adalah sebuah anugrah disaat aku sudah tidak mau mengenal cinta lagi tapi kamu datang sebagai teman yang memberikan harapan lebih ke padaku. Rasanya campur aduk antara berterimakasih karena kamu datang atau maaf karena aku berlebihan, dengan melihat kamu yang sekarang bahagia diluar sana aku ikut senang. Jikalau suatu saat nanti kamu sudah bertemu dengan yang lebih sempurna taruhlah aku dibagian kecil ingatanmu, jadikan aku sebagai sejarah yang sering kamu pelajari setiap harinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines