om Sehun

om Sehun

  • WpView
    LECTURAS 24,278
  • WpVote
    Votos 2,832
  • WpPart
    Partes 26
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 7, 2020
------ losing direction ------ Setalah di tinggal lama, author lupa alur cerita. ❌JANGAN DI BACA KARNA GAK ADA ENDINGNYA ❌ Jongin yang baru berusia 17 tahun tidak terima saat ayahnya mengatakan akan menjodohkan jongin dengan salah satu rekan bisnisnya yang berusia 32 tahun "ayah gila?" "tidak,ayah masih waras" "dia sudah tua" "jaga ucapanmu Kim jongin" "aku menolaknya!" jongin berlalu pergi meninggalkan orang tuanya. jongin belum tahu saja wajah orang itu halo,ini cerita kedua masih tentang jongin yg gs semoga suka❤️ Selisih 15 tahun nih hehehe *Pict by pinterest
Todos los derechos reservados
#311
hunkai
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin?
  • A Snowy Winter
  • [BTS NC 21+] My Daddy Is HOT | Min Yoongi ✔️
  • Merried to OM-OM
  • [JaexDoxTae Fanfic] - Day Dream (FIN ✅)
  • SEKAI STAGRAM PT 2 (END)
  • My Husband (END)

"ᵀʰᵃⁿᵏ ʸᵒᵘ ᶠᵒʳ ᵇᵉⁱⁿᵍ ᵃ ᶜʰᵉʳⁱˢʰᵉᵈ ᶜʰᵃᵖᵗᵉʳ ⁱⁿ ᵐʸ ʲᵒᵘʳⁿᵉʸ, ᵃⁿᵈ ᵗʰᵃⁿᵏ ʸᵒᵘ ᶠᵒʳ ᵍʳᵃᶜⁱᵒᵘˢˡʸ ⁱⁿᶜˡᵘᵈⁱⁿᵍ ᵐᵉ ⁱⁿ ᵗʰᵉ ᵇᵉᵃᵘᵗⁱᶠᵘˡ ˢᵗᵒʳʸ ᵒᶠ ʸᵒᵘʳˢ." *** 19 tahun usianya kala itu saat desakan keluarga dan keadaan mengharuskannya untuk pergi dari rumah dan mempertanggung jawabkan atas kesalahan yang dia lakukan bersama dengan prianya. Keberkahan yang dilabeli tittle salah karena tak sengaja mengizinkan satu nyawa kecil untuk tinggal didalam perut. Tidak mudah. Susah. Guncangan besar baginya diusia muda karena dituntut untuk mengurusi keluarga itu membuat dia seperti mendapat kejatuhan hingga dia tenggelam dalam lautan tanggungjawab jawab besar. Membesarkan bayi itu tidak mudah. Merawat nyawa kecil yang berisik setiap saat itu tidak mudah. Menjadi ibu muda itu tidak mudah. Mengorbankan banyak mimpi dan hidup dalam hunian dengan nama keluarga baru yang sedang berusaha mekar juga tidak mudah. Tetapi di atas segala ketidakmudahan yang mengikat selalu saja ditemukan, dirasakan, dan didapati bagaimana alirasan perasaan hangat setiap kali dia melihat bagaimana prianya dan bayi kecil itu tersenyum dan memanggil dirinya kompak dengan sebutan; rumah. Sampai akhirnya dia bisa lepas dan ringan mengakui bahwa memang seperti inilah jalan hidup yang harus ditempuhnya. Seperti ini alur garis takdir-takdir Tuhan yang diperuntukkan untukknya. Membina keluarga lebih awal yang awalnya tak dia inginkan, malah seiring waktu berkembang menjadi keluarga besar yang banyak menebar hangat dan kebahagiaan untuk banyak orang. Start: 150723 End: -

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido