Cry Of Proof

Cry Of Proof

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Jika nasib bisa dipilih, sudah pasti aku akan memilih nasib sepertimu. Bukan mengadu nasib di daerah orang sepertiku." "Aku berikan nasibku padamu. Kenapa kau menolak?" "Aku tidak bisa menghalangi kesuksesanmu, Fajar!" "Aku ingin kau yang sukses, Yusuf!" Menceritakan kisah tentang perjalanan dua anak kembar yang memiliki nasib berbeda. Mereka sama-sama berjuang melawan arus yang telah ditentukan. Yusuf ingin Fajar menjalani hidup yang telah tuhan berikan padanya lewat uluran tangan seseorang. Namun, Fajar ingin Yusuf yang berada di posisinya karena merasa Yusuf yang lebih pantas.
All Rights Reserved
#357
tangisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)
  • Menunggu Waktu
  • 99 Days With You [End]
  •  HAZELA
  • Adek Abang || END
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Hingga Takdir Menguatkanku
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Bitter Sweet [END]

"Kamu gak masalah ya ngeliat cewek ngerokok?" tanya Ara kepada Farel. *** "Rell, aku lagi buntu banget. Udah 3 hari ni aku dikos temen aku karna lagi ribut sama mama" *** "Aku boleh make uang kamu lagi gak?..." *** "Mungkin ada yang mau dibilang nya ke lu Rel, mungkin dia mau cerita sama lu. Bisa jadi dia nyaman sama lu, terus dia mau nyeritain semua permasalahan dia selama ini," ujar Puma menjelaskan. *** "Saran gua, lu bisa pulang tanpa harus ngabarin dia. Gak usah kasih dia kabar sama sekali!" ujar Puma dengan tegas. *** Kedatangan Farel bersama ibunya ke Kota Padang benar-benar ditunggu. Peristiwa yang menyedihkan langsung menyambut mereka sehari setelah mereka sampai. Farel yang telah menyelesaikan kuliahnya pun harus menemani sang ibu bersama nenek untuk sementara waktu. Akan tetapi, pertemuan Farel dengan beberapa anggota keluarga yang lain telah menimbulkan ambisi dalam dirinya. Ambisi yang benar-benar harus dikejar. Disisi lain, pertemuan Farel dengan Ara di Kota tersebut, sempat membuat Farel sedikit goyah. Secara tidak sengaja, Ara telah menunjukkan kepada Farel bahwa ia sedang berada di bagian kota yang salah, dan kini Farel pun telah memasuki bagian kota tersebut. Beruntung Farel bertemu dengan beberapa teman baru yang bersumber dari teman satu kampus sahabat nya ketika SMA. Salah satunya adalah Puma. Farel semakin bingung. Manakah yang ia pilih? Tetap berada di bagian kota yang salah bersama Ara, atau mengikuti saran dari teman barunya untuk meninggalkan Ara dan pergi mengejar ambisinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines