We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kamu Satu-satunya

Kamu Satu-satunya

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 21, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Duniaku sangat indah. Bukan yang sekarang, tetapi masa lalu. Aku sudah mulai pandai menyembunyikan kesedihan. Tertawa palsu di bawah indahnya cakrawala dan terbisu dengan kesunyian malam. Jika belakangam ini senja sangat ramai dibicarakan, dijadikan icon, diabadikan dalam sosial media, dicatat dalam lirik lagu, juga dicantumkan dalam puisi. Memberikan kesan romantisme pada sang penikmat lukisan alam pembatas hari itu. Namun aku, Delima Putri Renaldi. Gadis remaja yang periang dikata orang. Tiba-tiba membenci semua hal tentang senja. Waktu yang berjalan terasa begitu mencekam. Tanpa memberikan seberkas cahaya dalam kegelapan. Lantas apa yang sekarang kuperjuangkan? Lanjut, berhenti, atau kembali? Sebelum akhirnya seseorang datang membawa pesan besar.
All Rights Reserved
#681
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Akhir Luka
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • SENJA KU SENJA MU
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • Langit.
  • best friend and twilight
  • Senja dan Jingga
  • Diary [COMPLETED]
  • Senja dan Langit

"Perihal rindu yang tidak berakhir dengan pertemuan dan kepulangan. Cukup dengan sebatas rasa yang dipandu agar tidak menyalahi aturan." -Ini antara KITA, RASA, dan Aturan-Nya.- *** "The sunset is beautiful isn't it?" gumam Senja pelan. "Hu'um. Sunset memang indah, tapi Bukan dengan perpisahan. Aku terima keputusan kamu untuk kita menikmati kata the sunset is beautiful isn't it sampai kita bisa merangkai kata selanjutnya," sahut Askara mengangguk setuju. "Kata selanjutnya? Maksudnya?" tanya Senja bingung. "Iya, sampai kata the sunset is beautiful isn't it berubah jadi the moon and sunrise is beautiful isn't it," jawab Askara. penuh keyakinan. "Kamu yakin kalau bakal tercipta itu di antara kita?" "Harus yakin. Hal pasti aku akan terus berusaha. Mulai sekarang akubakal berusaha kerja keras untuk persiapan finansial, kontrol diri untuk persiapan mental, dan kontrol ibadah untuk persiapan agama supaya aku bisa ngerayu Allah untuk ini. Sampai ketemu di titik terbaik menurut takdir Aruna Senja Darmawangsa. Semoga kita bertemu lagi dengan versi terbaik masing-masing, supaya kita saling merasa beruntung nantinya. Ana uhibbuki fillah," jelas Askara menghembuskan napas kasar. "Selamat berkelana, Tuan. Semoga takdirmu dan takdirku bisa menyatu secara sempurna. Ana uhibbuka fillah wakafa billahi syahida."

More details
WpActionLinkContent Guidelines