We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
21+ | RAFINA (END)

21+ | RAFINA (END)

  • WpView
    Reads 576,540
  • WpVote
    Votes 4,883
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Renaldi mulai mendekat, posisi tangannya mulai ia pindahkan hingga dapat memeluk kekasihnya dari samping. Fina hanya terdiam, Dengan perasaan yang sedikit panik, dengan jantung yang berdegub mengencang, ia tetap menikmati hangat tubuh Renaldi. Keduanya terdiam pada posisi itu selama hampir sepuluh menit. Tak lama Renaldi mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Fina. Dengan hati-hati ia mulai mengecup kekasihnya. Dari bagian pipinya, lalu ke dahinya, sesekali ia mengecup matanya. Hingga sampailah pada bibir Fina. Fina yang sedari tadi terdiam, sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan kekasihnya. Ia sedikit kebingungan sebab belum pernah melakukan hal seperti ini. Namun, Renaldi tidak berhenti. Ia terus mengecup bibir Fina hingga akhirnya Fina ikut menggerakkan bibirnya. Ia membalasnya, membuat Renaldi semakin bergairah saat itu. Sampai tidak hanya bibirnya yang bergerak. Tangannya mulai berpindah menuju benda padat berbentuk setengah bola yang sudah lama ingin ia sentuh. Fina menikmatinya sebab ia sudah menyetujuinya. Begitupun dengan Renaldi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Martanita [END]
  • Cuaca
  • Love Senses
  • TERBIT | Just Friends
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Essentialy Love (SELESAI)

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines