The Lady Escort

The Lady Escort

  • WpView
    Reads 90,173
  • WpVote
    Votes 2,756
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 4, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
aku tersenyum kepadanya, mengelus punggungnya yang kaku. "lepaskan saja." dia tak menoleh, tampangnya masih sama tegang seperti sebelumnya. "Fira. Zhafira. Artinya keberuntungan, yah seperti itulah yang kurasakan." dia melirik ku heran. aku terkekeh pelan "setiap orang memiliki keberuntungannya masing - masing bukan?" samar ia tersenyum, nampak berpikir, kemudian menenggak cocktailnya. "ya, kau benar." katanya, tersenyum padaku. aku tersenyum puas, I get his attention. *** sebagai manusia, aku hanya bersikap manis dengan berterima kasih pada jalan yang takdir berikan. aku sudah lelah dengan permainannya, aku sudah lelah mengeluh, hatiku sudah lelah. jadi ketimbang menangisinya, aku justru menikmatinya. yak, terima kasih untuk kenikmatan ini. dan satu hal, sebenarnya aku tak percaya takdir, karena hidupku ada dalam genggam tanganku atau bang bara?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • DIKANESHA
  • -Riska For Raina👑-
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Obsessed With The Twins
  • Arsyilazka
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • ALSTARAN [END]

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines