Takdir (Hiatus)

Takdir (Hiatus)

  • WpView
    Reads 1,462
  • WpVote
    Votes 220
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 27, 2020
"Seseorang yang telah ditakdirkan untuk menjadi milik kita, tidak akan pernah menjadi takdir orang lain. Tapi kamu juga gak boleh memaksa, biarkan semua berjalan apa adanya." Tentang Liona, Arga dan juga Kafka. ____________________________________________________ KATAKAN TIDAK UNTUK PLAGIAT!
All Rights Reserved
#68
cutegirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IGNITES (END)
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Anatasya
  • Bintang [end]
  • ManuRaysa
  • ANGKASA ✔
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Different Page [Complete]
  • About You
  • The Real Boyfriend

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

More details
WpActionLinkContent Guidelines