Cinta Untuk Dirinya (Hiatus)

Cinta Untuk Dirinya (Hiatus)

  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 27, 2020
"Kalau ingin bersamaku, jangan datang ke kosanku, tapi datanglah ke orang tuaku." -Naura- "Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku, sama seperti kamu yang sudah membuatku jatuh pada tatapan pertamamu." -Zayn- Naura seorang gadis pintar dan suka berpetualang. Dia juga didesak oleh kedua orang tuanya untuk mencari calon suami untuknya. Namun, apa yang dia lakukan jika datang adalah laki-laki tampan yang memiliki perbedaan dengannya, mulai dari ras, budaya, dan agama. Mampukah dia mengatasi semua ini? Siapakah sebenarnya laki-laki tampan itu? Siapakah yang akan menjadi calon suaminya? Itu masih dipertanyakan.
All Rights Reserved
#824
hijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • ITS CANDRA
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Janji Syawal #1 (End)
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Love of eternity
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines