Menepi di Ujung Tepi

Menepi di Ujung Tepi

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2020
Mengapa semua seperti teka teki? Tanpa penjelasan semua berubah menjadi sunyi. Tuhan apakah ini takdir diri? Selalu saja salah di mata setiap orang lain lagi? ~ "Sefi, mau kemana nak? Eh mata kamu kenapa sayang kok bengkak?" tanya Nara ibunda Sefi. "Sefi mau pergi ma sama Arta. Sefi nggak papa ma." Selalu saja begitu jawaban Sefi jika ditanya, tapi Nara tahu anaknya sedang ada masalah dan belum siap menceritakannya. "Ya sudah, hati-hati ya sayang" ujar Nara sembari tersenyum. "Iya, ma. Muaacch" mengecup pipi sang ibunda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Little Monster
  • Aseano Samudra [End]
  • Full Of Scratches
  • KARA
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • strengthen the heart [Menguatkan hati] -On Going-
  • SAGARARUNA (TERBIT)
  • RAHSYA UNTUK NAURA

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines