Annyeong Winter

Annyeong Winter

  • WpView
    Reads 295
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 22, 2020
Kita yang memilih berpisah di persimpangan jalan. Terasa kosong saat kau sudah jauh di sana. Aku menoleh, menatap punggungmu sekali lagi sebelum pergi menarik koper dan menjauh bersamaan dengan butiran bening yang sudah terhapus.
All Rights Reserved
#88
seleksigloriouspublisher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • BETWEEN
  • Choose
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Vista [Selesai!!!]
  • Mentariku Yang Hilang [Lengkap]
  • ANATHAN  || END
  • Till I Meet You
  • Dunia Virtual #1: Benak Sahabat
  • Puzzle Pieces - Des Égratignures

Aku takkan menyalahkan takdir bila memang harus berpisah, Aku hanya membenci hari hari setelahnya. Berharap menemukan senyuman itu di ladang yang tandus, kering dan sunyi. Seperti itulah gambaran perasaan seorang ayah, Disaat hakim memutuskan untuk mensetujui perceraian. KARMA! Jika memang karma,aku baru saja memulai kisah. Bukankah tuhan membenci sebuah perceraian? Lalu apa ini sebuah takdir untukku? Optimisku masih positif, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kata berpisah. Rasa optimisku menuntunku untuk bertemu pilihan tuhan, dengan hadirnya dia yang mampu mengubur masalaluku tapi tidak untuk menemani hari tuaku. Benci tanpa kata iklas, sudah merasuk dalam hati. Mengambil alih susunan memori kenangan agar tak terlintas dalam benak. ~Seseorang tidak Terlahir untuk Jadi Pemimpin Namun Keadaan yang Memilihnya~ ~Ketika Cinta Menjadi Nyata,Dia akan Menemukan Jalannya Sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines