Story cover for So?? [END] by Excusmeee
So?? [END]
  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 250
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 14
Complete, First published Aug 25, 2020
Cinta tak selalu berakhir dengan bahagia. Kadangkala kita harus mencari akal untuk mendapatkan cinta yang kita inginkan.

"Ingatlah Yen, dia hanya menyukai orang lain bukan dirimu"

"Pernakah dia melihatmu sebagai seorang wanita? Sadarlah bodoh"

"Seberapa jauh matamu memandang sifatku yang buruk. Aku tak akan peduli"

"Rasanya seperti disayat bukan?"

[So??] Semuanya terjadi dengan begitu rumit.
All Rights Reserved
Sign up to add So?? [END] to your library and receive updates
or
#9so
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Erlangga cover
PLEASE, REMEMBER ME. cover
Truth and Choice (END) cover
A Love Left Unspoken  cover
𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓ cover
My Little Princess (!) || Chanjoy || [Completed] √ cover
Learning in Progress (Boboiboy x Yaya) cover
Race and Love cover
You Are My Life cover
One More Chance [HoonSoon] cover

Erlangga

7 parts Complete

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?