RUANG TANPA NAMA

RUANG TANPA NAMA

  • WpView
    Leituras 1,679
  • WpVote
    Votos 76
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 20, 2025
Eleanor bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan keberadaan. Namanya telah dihapus dari Kartu Keluarga bahkan sebelum ia mampu mengucapkan kata "pergi." Di usia yang belum cukup untuk disebut dewasa, Eleanor dipaksa hidup sendiri. Di dunia yang tak memberinya tempat, di tengah kekacauan yang tak pernah ia pilih. Ia tumbuh dalam ruang-ruang asing, menumpuk luka demi luka yang tak sempat sembuh. Namun ia tidak sepenuhnya sendiri. Leanna, saudara kembar yang tak pernah menyerah menggapai tangan Eleanor yang perlahan hilang dalam kegelapan. Menjadi satu-satunya yang bertahan di sisinya ketika dunia tak berpihak. Namun adik yang pernah menjadi paling ia cintai, Catherin. Justru menjadi penyebab luka terdalam. Diam Catherin adalah pisau yang tajam. Eleanor berjuang untuk tetap hidup di dalam *ruang tanpa nama* tempat di mana seseorang harus membentuk dirinya sendiri dari serpihan yang tersisa.
Todos os Direitos Reservados
#827
kampus
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo