RUANG TANPA NAMA

RUANG TANPA NAMA

  • WpView
    Reads 1,679
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 20, 2025
Eleanor bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan keberadaan. Namanya telah dihapus dari Kartu Keluarga bahkan sebelum ia mampu mengucapkan kata "pergi." Di usia yang belum cukup untuk disebut dewasa, Eleanor dipaksa hidup sendiri. Di dunia yang tak memberinya tempat, di tengah kekacauan yang tak pernah ia pilih. Ia tumbuh dalam ruang-ruang asing, menumpuk luka demi luka yang tak sempat sembuh. Namun ia tidak sepenuhnya sendiri. Leanna, saudara kembar yang tak pernah menyerah menggapai tangan Eleanor yang perlahan hilang dalam kegelapan. Menjadi satu-satunya yang bertahan di sisinya ketika dunia tak berpihak. Namun adik yang pernah menjadi paling ia cintai, Catherin. Justru menjadi penyebab luka terdalam. Diam Catherin adalah pisau yang tajam. Eleanor berjuang untuk tetap hidup di dalam *ruang tanpa nama* tempat di mana seseorang harus membentuk dirinya sendiri dari serpihan yang tersisa.
All Rights Reserved
#827
kampus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines