Tentang si Luka dan si Lupa

Tentang si Luka dan si Lupa

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 26, 2020
Semua orang pasti pernah terluka, ntah itu terluka karena ditinggalkan ataupun meninggalkan, dikecewakan ataupun mengecewakan, sakit hati ataupun menyakiti hati. Ada beberapa orang didunia ini diciptakan dengan keadaan hati yang lebih sensitif dari orang lain pada umumnya, dia yang sering dibilang terlalu baperan, dia yang sering dibilang terlalu lebay dalam mengartikan suatu keadaan, dan banyak lagi hal-hal yang menurut orang terlalu berlebihan didalam dirinya. Tak jarang kata-kata seperti itu membuatnya terluka, apalagi luka semacam itu dibuat oleh orang-orang terdekatnya sendiri. Tahu bagaimana rasanya ingin terlepas dari semua luka ? dan bisa kembali normal tanpa ada lagi air mata, usahanya untuk lupa dan kembali berjalan menikmati kehidupannya itu tidak mudah, banyak sekali rintangan yang harus dihadapi. Disini aku cuma mau berbagi tentang bagaimana perasaan orang-orang yang sensitif itu. Dan tempat belajar untuk sembuh dari luka, mari kita berproses:)) Kalau ada yang baiknya silahkan diambil, namun apabila ada kurangnya mari kita perbaiki sama-sama ya. Bissmillah ya nanti kita buka part pertamanya:))
All Rights Reserved
#809
bahagia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERMAINAN TAKDIR (Selesai)
  • Seindah Surga Yang Dirindukan (Tamat)
  • Asyifa (Terbit)
  • Dari Luka Menuju Cinta (Selesai)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Another Me
  • Imamku Surgaku ✔
  • cerita jatuh cinta
  • Cinta Dalam Luka [SUDAH TERBIT]

Mencintaimu sama seperti menggenggam belati. Semakin kugenggam, semakin aku terluka. Aku pikir jatuh cinta itu akan sangat menyenangkan, tapi ternyata jatuh cinta itu menyakitkan. - Adeeva Afsheen Myesha Sama sepertimu. Aku pun terluka. Aku pun kecewa. Allah telah mengatur segalanya. Jika, memang kita tak ditakdirkan berjodoh. Kita bisa apa? - Marcello Al Gibran Manusia lemah itu adalah mereka yang mengaku percaya akan takdir dan kekuatan doa, tapi saat Allah patahkan hati mereka. Bukannya berdoa, mereka justru merintih seakan tak lagi percaya, jika doa itu bisa mengubah segalanya. Tak terkecuali takdir. - Banu Mibras Naufal Published on Apr, 5 2019 - August, 11 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines