#3 Tulisan Pena

#3 Tulisan Pena

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 9, 2020
"Sebuah kejadian yang ku tuangkan lewat tulisan. Berat rasanya melanjutkan kisah selanjutnya, karena apa? Karena aku seperti berada didalam sebuah pilihan yang harus aku pilih kedua-duanya, tidak bisa aku pilih salah satu, ya... Karena aku tidak bisa berjalan selangkah lalu mundur, berjalan lagi, mundur lagi, lalu harus bagaimana? Entahlah aku tidak tahu yang ku lakukan sekarang berjalan perlahan, memaksakan, menyeret pemikiran, karena aku tidak selamanya akan seperti ini, ini tidak baik akan berdampak untuk kedepanya. Perihal pilihan biarlah jadi keputusan belakangan kita jalani saja dulu, ya... Kita jalani saja dulu, kita jalani saja dulu." #Part3 Happy reading...
All Rights Reserved
#202
kata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbalut Puisi
  • Rasa Cinta  Dan Kesetiaan(SyaQeel)💙✨
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • • KECEWA ~
  • Unconditional Love
  • SAME
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah

Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".

More details
WpActionLinkContent Guidelines