Tentang Takdir

Tentang Takdir

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 27, 2020
Semesta membuat ku kecewa dan hancur berkali kali seolah tak menginginkan kan aku bahagia,hingga membuat ku slalu bertanya,kesalahan apa yang slalu ku perbuat?hingga satu persatu orang yang kusayangi harus di ambil kembali. Aku lelah dengan semua nya,sangat lelah. Kenapa semesta juga tak membiarkan aku pergi bersama orang yang ku sayangi padahal aku sudah banyak merasakan kehilangan. Kehilangan sesuatu yang kecil hingga besar. Kehilangan sesuatu yang tak pernah aku perduli kan hingga sesuatu yang paling aku sayangi. Tapi di kemudian hari aku sadar,semesta punya cara tersendiri untuk membuat ku bahagia,walaupun dengan cara harus mengambil satu persatu orang yang berarti dalam hidup ku "Ini adalah jalan mu shella" itu yang slalu aku lafal kan jika aku merasa semesta mempermainkan ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • ASRAR|
  • Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI]
  • DEVIAN [END]
  • Taken Slowly
  • Inikah Namanya Cinta?
  • Maaf✓
  • It HURTS
  • Menyimpan Rasa (END)
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines