Rasa
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2020
Nafisa berteriak sangat kencang kepada orang yang baru saja menumpahkan minuman di roknya, "woi! bersihin rok gue!" "Lo punya tangan, bersihin sendiri," Begitulah sifat dingin seorang Ragindra Winata. Anak tunggal dari keluarga Winata, pemilik sekolah yang terpampang nyata di depanku ini. Namun, Ragin memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Ayahnya yang ramah. Serta, Ragin yang memiliki segudang kepahitan dalam hidupnya. "Banci lo!" teriak Asa dari bangku kantin. Membuat semua menoleh ke arahnya. Ragin meninggalkan Nafisa dengan senyuman licik di bibir manisnya. "Liat aja nanti," • • Aduh aduh gimana nih kelanjutan cerita dari Nafisa dan Ragin? Si most wanted dengan tatapan yang dibenci orang-orang dan si Nafisa yang tidak peduli dengan sekitarnya. Mau tau lanjutannya? yuk baca dan vote cerita ini! Tapi jangan lupa follow Aku dulu yaa! thank you! • Maaf jika ada kesamaan tempat, tokoh, dan lainnya. Cerita ini murni dari hasil pemikiranku sendiri.
All Rights Reserved
#465
ikatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ZEYA
  • FIZYA
  • Story Stela
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • DAFA STORY
  • ASKARA (END) TERBIT✔️
  • GALTHAR
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Fifa Story [END] ✔

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines