BLOOD || Evandra Samuel (ON GOING)

BLOOD || Evandra Samuel (ON GOING)

  • WpView
    Reads 585
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 8, 2023
Evan adalah luka, kepingan luka paling besar yang diciptakan semesta yang pernah ada. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata kedamaian. Karena semesta tak pernah bosan menghujami Evan dengan luka tanpa becanda. Tapi Evan tetaplah manusia biasa. Sekuat apapun dia bertahan pasti akhirnya luruh juga. Evan mendamba bahagia, Evan ingin dicintai seperti sewajarnya manusia lain. Apakah bisa? Note: jangan salahin aku kalau kalian nangis, marah, kesel, baper, atau mau muntah *emot ketawa Happy reading guys!πŸ’š
All Rights Reserved
#78
bulying
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • Devaldo βœ”
  • Wounds in Marriage
  • This Really Hurts [END]
  • 𝓐𝓷𝓽π“ͺ𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕π“ͺ𝓢𝓲𝓡𝔂
  • Semesta dan Lukanya [TERBIT]
  • Why do I Like You [On Going]
  • Harapan di Antara Hati yang Rapuh

(JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA JANGAN LUPA VOTE, KOMEN DAN KRISARNYA. MAKASIH) β—‹Mulai 6 Januari 2021 β—‹Selesai 2 Maret 2021 "Kapan Aira bisa merasakan kebahagian lagi? Apa saat menyusul Bunda, papah akan merasakan kehilangan dan menyesal?" Aira Arketa seorang gadis manis yang mempunyai sejuta luka dan duka dalam hidupnya. Ia selalu menutupi luka dan duka itu dengan senyum manisnya. Semua itu tertutup rapi di balik senyumnya yang indah. Papah, Aira mau bahagia. Aira mau di sayang juga sama papah. Aira mau jadi sumber dan alasan papah tertawa dan tersenyum. Bunda, Aira kangen. Kenapa bunda pergi ga ngajak Aira? "Aira mau kasih sayang seperti dia." "Tuhan, kembalikan kebahagian ku, kembalikan abang ku, kembalikan bunda ku atau kau panggil aku agar aku bisa bersama abang dan bunda ku kembali. Dan tidak lagi merasakan perihnya tamparan ini lagi." "Aku capek, aku lelah rasanya aku ingin tenang selamanya tuhan, bolehkah?" Apakah Aira akan merasakan kebahagiaan lagi? Apakah papahnya akan menyesal? Cerita dan tulisan yang aku tuangkan di sini murni hasil dari imajinasi dan rangkaian kata ku sendiriβ™‘. Cover by: naylaatr

More details
WpActionLinkContent Guidelines