BLOOD || Evandra Samuel (ON GOING)

BLOOD || Evandra Samuel (ON GOING)

  • WpView
    Reads 595
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 8, 2023
Evan adalah luka, kepingan luka paling besar yang diciptakan semesta yang pernah ada. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata kedamaian. Karena semesta tak pernah bosan menghujami Evan dengan luka tanpa becanda. Tapi Evan tetaplah manusia biasa. Sekuat apapun dia bertahan pasti akhirnya luruh juga. Evan mendamba bahagia, Evan ingin dicintai seperti sewajarnya manusia lain. Apakah bisa? Note: jangan salahin aku kalau kalian nangis, marah, kesel, baper, atau mau muntah *emot ketawa Happy reading guys!πŸ’š
All Rights Reserved
#458
asa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Betrayal Of Love (SlowUp)
  • AKARA (Ending)
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • Why do I Like You [On Going]
  • Wounds in Marriage
  • Devaldo βœ”
  • ARDIRA [SELESAI]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines