Lea
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
Salahkah seseorang ingin merasakan indahnya pacaran di masa SMA? Tentu saja tidak. Seperti Lea Marchelia, ia merupakan seorang gadis yang terlahir dikeluarga yang dibilang sangat sederhana. Perilakunya yang tomboy dan raut wajah yang judes/jutek membuatnya kesulitan mendapat pacar. Suatu ketika kejadian yang tidak disengaja justru mempertemukan Lea dengan seorang lelaki tampan, yaitu Adhitama Evan Syahreza yang biasa dipanggil Evan.... " Cinta seperti miopi, tidak bisa melihat jauh, hanya bisa melihat dekat. Cinta hanya ada di sekitar kita, dia enggak pernah jauh dari kita " -Adhitama Evan Syahreza Happy fun gais. Ig: @viaayz._ 26/8/2020
All Rights Reserved
#385
tomboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • Cinta Kutu ✓
  • Beyond The Limit | TAMAT ✔
  • Story in high school
  • Emotion Love
  • Terlalu Malas Jatuh Cinta ✓
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Arranged Marriage [TERBIT]
  • DIA MILIKU
  • DPD (Tamat)

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines