Orange
  • WpView
    Reads 425
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 1, 2023
Ketika langit bersajak di penghujung senja. Meraup kesadaran yang mulai menghitam terbakar arus harap. Ia memilih tempat untuk menuang kata sebelum benar-benar pulang.
All Rights Reserved
#814
diary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Janji Senja
  • Segala Tentangmu ❝
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Poetry Sad
  • DAISY
  • "Opacarophile" (Bagian 1)
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines