غلاف قصة SATRIO بقلم FilmDrama8
SATRIO
  • WpView
    مقروء 8
  • WpVote
    صوت 2
  • WpPart
    فصول 3
  • WpView
    مقروء 8
  • WpVote
    صوت 2
  • WpPart
    فصول 3
مستمرّة، تم نشرها في أغسـ ٢٦, ٢٠٢٠
Aku berjalan menyusuri jalan setapak yang membawaku ke sebuah rumah usang. Rumah yang dulu pernah aku tinggali bersamanya. Memutar kembali reka adegan yang mampu membuatku terkulai didepan bangunan tersebut. Air mataku mengalir. Teriakan yang tak bisa ku keluarkan melalu pita suaraku seakan menggema didalam dadaku. 
Ini sesak. Semakin sedak karena mataku bahkan tak bisa berkedip memangdang kenangan-kenangan yang pernah kami buat disana. Bersamanya. Dia yang membuatku bisa tertawa lepas. Dia. Yang kini bahkan tak lagi bisa kugapai.
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف SATRIO إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#50satrio
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
[LS1] RAINEESME (Completed) بقلم LStories_
48 فصل مكتمِلة
Aku lupa sudah beberapa aku jatuh bersama angin yang kuat, bahkan hingga petir menyambar. Apa mungkin aku diciptakan sendiri? Kenapa Tuhan menghapus sedikit demi sedikit kebahagianku? Kenapa Tuhan tak menghilangkan rasaku saja, rasa yang selalu orang anggap manis namun ternyata beda apa yang aku rasakan, terlalu pahit. Rasa Cinta Terkadang rasa cinta tidak perlu alasan, kenapa rasa ingin meninggalkan begitu harus memiliki alasan aku tidak tahu jalan cerita cinta ini, cinta bagaikan teka-teki yang sulit untukku mengerti. Bagaimana aku bisa melihat dua orang yang benar-benar aku sayangi begitu menepati janjinya, janji untuk menjadi pawangku. Disaat badai itu datang dia benar-benar ada, jika yang disamping melukai yang belakang menguatkanku. Yang di belakang melukai yang disamping menguatkanku. Aku benar-benar bingung untuk melakukan apa, disaat seperti ini aku benar-benar tidak tahu yang harus aku lakukan. Aku melamun di jendela kamar melihat dua pohon yang setiap hari semakin tinggi. Pohon yang penuh kenangan. Ragaku disini tapi tidak dengan pikirkanku. Aku memikirkan kejadian yang mana dua pawangku berkelahi. Aku benar-benar ingin melerainya saat itu tapi niat aku urungkan karena orang-orang yang mencintai mereka berada tepat di sampingku, Aku begitu khawatir saat mereka adu jotos, aku tidak tahu yang di permasalahan apa. Aku ingin bercerita, bahwa aku pernah kehilangan lelaki yang aku pertahankan hingga beberapa tahun lamanya. Aku juga kehilangan satu nyawa laki-laki yang menjadi pawangku. Dan apa itu tidak cukup? Dan semua telah berubah semenjak hari itu, hari dimanakah semua hilang terbawa derasnya hujan. Aku ingin kembali seperti semula, berharap ada seseorang yang mengubahku tanpa pamrih. Aku sangat berharap. -Rainee Wijaya-