Story cover for Astraphobia [Tamat] by farahmelia
Astraphobia [Tamat]
  • WpView
    Reads 17,422
  • WpVote
    Votes 992
  • WpPart
    Parts 48
  • WpView
    Reads 17,422
  • WpVote
    Votes 992
  • WpPart
    Parts 48
Complete, First published Aug 26, 2020
"Aku takut sendiri disini," gumam Melisya. 

duduk di atas kasur dengan selimut yang menutupi seluruh badan nya, di luar sedang hujan.

Kehidupan seorang Melisya tidak semulus yang di bayangkan. Banyak rintangan dan masalah yang di hadapi.

"Gue mau pasangan yang sempurna, gak kaya lo yang punya phobia" 






Yuk langsung baca, jangan lupa tinggalkan jejak ya
All Rights Reserved
Sign up to add Astraphobia [Tamat] to your library and receive updates
or
#988sendiri
Content Guidelines
You may also like
Little Fireflies  by Trytoolove
5 parts Ongoing
"love is not only for strong man and soft woman, love cannot be defined" Karena kecerobohan kakaknya yang menabrak seorang pemuda hingga mengalami lumpuh kaki lalu kabur keluar negeri begitu saja dengan alasan bisnis, Green Arcadesia wanita karier kaya raya dengan sifat dingin dan kulit tan skin exotics yang menjadi ciri khasnya harus menggantikan menanggung tanggung jawab kakaknya dan menikahi pemuda itu. Pemuda lemah bernama Noir lunox valdeza, pemuda berwajah manis dan kulit putih pucat yang telah seratus persen kehilangan arus hidupnya karena kecelakaan yang menimpanya, pemuda yatim piatu dan pemuda dengan trauma yang besar pada orang asing. Apakah pernikahan itu akan membuahkan hasil yang baik? atau malah hanya akan dipenuhi dengan huru hara keributan rumah tangga? dan bisakah noir luluh pada green? atau akan terus membenci wanita itu karena ia adalah keluarga dari seseorang yang telah merenggut kehidupan normalnya? spoil: "Aku gak mau makanan beracun itu!! singkirin makanan itu dari hadapan aku!!" teriak pemuda itu sambil melemparkan barang barang di sebelahnya dengan brutal pada seorang wanita tinggi yang tengah memegang nampan makanan di depannya. wanita itu menghela nafasnya kala lemparan pemuda itu mengenai pipinya dan membuat pipinya tergores hingga berdarah ia kemudian melangkah mendekat, meletakan nampan yang telah berantakan itu di atas nakas dekat kasur si pemuda lalu kemudian duduk di sebelah pemuda yng kini hanya berani memeluk bantal karena ketakukan dan tak ada lagi benda yang dapat dilempar olehnya "menjauh" lirih pemuda itu takut "tenang, ini saya green jangan khawatir, orang yang buat kamu terluka sudah pergi jadi jangan takut, lihat wajah saya noir jangan terus menunduk" kata wanita itu sambil mengusap rambut pemuda di depannya dengan lembut
You may also like
Slide 1 of 9
Cacophobia [COMPLETED] cover
Laughter Scares Me [END] cover
Istri Bocil Milik Sang CEO cover
Little Fireflies  cover
DELUSI cover
RUMAH KECIL ITU by : Plavana cover
SAVE MY SELF cover
Ombrophobia (COMPLATE) cover
MEISYA  cover

Cacophobia [COMPLETED]

37 parts Complete Mature

[Jangan lupa follow ya teman!] CERITA INI DIIKUT SERTAKAN DALAM CHALLENGE MENULIS BERSAMA MAGEIA PUBLISHER DAN LENTERA SASTRA CAKRAWALA Bagaimana rasanya jika mengidap fobia langka? Misalnya mengidap Cacophobia seperti Luvina Fernandez, mahasiswi semester lima yang paling anti dengan orang jelek. Bagi Vina cewek cowok sama saja, selama memiliki wajah buruk rupa dan penampilan yang kurang menarik Vina tidak akan sudi untuk mengobrol dengannya. Ah, jangankan mengobrol, melihat wajahnya saja sudah membuat Luvina gatal-gatal dan ingin muntah. Hidup Vina tidak pernah tenang karena fobia yang dideritanya, ruang geraknya benar-benar terbatas. Bahkan saat naik kereta Vina akan terus berdiri sepanjang perjalanan dari pada duduk bersebelahan dengan orang jelek, atau ... dia akan pindah gerbong hingga empat kali untuk menemukan orang berwajah cantik atau tampan yang akan duduk bersebelahan dengannya. Miris sekali bukan? Moto hidup Luvina: "Hey, you ugly, go away!" #Jangan lupa follow #Plagiat dilarang mendekat!