MAVIN REYHAN MAHEDRA

MAVIN REYHAN MAHEDRA

  • WpView
    přečtení 110
  • WpVote
    Hlasy 19
  • WpPart
    Části 4
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno stř, zář 23, 2020
WpInfo
Fikce
Romantika
"Pergi!"ucap seorang pria yang lengah dengan kelakuan wanita dihadapannya ini. "Apa kamu bakal nolak aku lagi,setelah aku nembak kamu 36 kali".ujar seorang gadis yang memiliki jam tangan putih dipergelangannya. "Ya,lo gue tolak.Puas?" Lelaki itu pergi tanpa melihat ke belakang. Wanita dihadapannya bukannya menangis ataupun malu malahan dia tersenyum menanggapi perkataan pria yang nyaris sempurna ini. "Jadi kalo kayak gitu kamu yang harus ngejar aku,aku juga capek ngejar-ngejar kamu mulu,selalu kamu cuekin aku". Sedangkan pria itu frustasi,apa yang ada dipikiran wanita ini?sampai ia membentak wanita ini ia tidak pernah berhenti mengejarnya. hay para readers,ini cerita pertama gua maklum belajar JANGAN LUPA FOLLOW AKUN GUE @tiaromauli spam koment sebanyak banyaknya yah.. ❤
Všechna práva vyhrazena
#99
kisahsma
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Stay (Away)
  • My Bad Baby Boy (Complete)
  • AKSENIO
  • SamLova [Terbit]
  • My possesive boyfriend
  • PACAR CUEK
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Sweet Combat
  • Why you Comeback

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu