Merah Muda

Merah Muda

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 14, 2020
mawar merah muda atau biasa disebut pink melambangkan cinta yang manis, kebahagiaan, dan keromantisan tapi semua itu bersifat sementara... "apa gue bilang cewek itu ngerepotin" ucapan Gibran ngeheningin mereka semua "apa lo bilang? Coba ulangi sekali lagi"seru cewek di samping Gibran siapa lagi kalau bukan Dita sambil menunjujuk Gibran "cewek itu ngerepotin" ulang Gibran santainya sesuai permintaan Dita "enak aja lo bilang cewek itu ngerepotin" "tau tuh"Naya sambil menunjuk Gibran dengan sendok "udah dong nggak malu apa diliatin orang?"kali ini Dito yang menengahi "NGGAK BISA GITU DONG"kata Fiqah sambil menggebrak meja hingga seantoro kantin natap mereka
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Sour Seventeen
  • CACING PITA
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • The Cold Boy
  • Segitiga [END]
  • Bertahan atau pergi
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines