Segenggam Tekad

Segenggam Tekad

  • WpView
    Reads 199
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Sekarang, aku tengah menulis di tengah kelamnya malam karena satu hal: keinginanku memenangkan lomba menulis cerpen nasional dengan tema bebas. Kantuk? Tak peduli. Lelah? Maaf, ada tujuan yang perlu kucapai. Pesan dari teman? Tak bisa, aku sudah berjanji akan memenangkan ini demi biaya pengobatan Ayahku". Merupakan kumpulan karya Member Ruang Aksara Arbeit, membuat cerita mini adalah kegiatan rutin mingguan. Fiksi mini, adalah karya fiksi yang sangat singkat bahkan lebih ringkas daripada cerita pendek. Tidak ada ukuran yang jelas seberapa panjang sebuah fiksi mini sebenarnya, namun panjang fiksi mini rata-rata berkisar antara 250 hingga 1.000 kata, jelas berbeda dengan cerita pendek yang umumnya di atas 1.000 sampai 10.000 kata.
All Rights Reserved
#749
komunitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Danghyang
  • Keluarga Cemara
  • Shorts Story
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • [END] SHORT STORIES
  • Cerita Kita
  • [1] Among Us : Beautiful Tragic [✔️]
  • Antologi Cerpen & Cerbung (Kumpulan Cerita Pendek)
  • Satu untuk Semua (Kumpulan Cerpen)
Danghyang

Danghyang adalah kisah cinta yang teguh, sekaligus rapuh. Penuh dendam, namun juga cinta. kedua pertentangan ini seolah dibenturkan hingga bercampur dalam sebuah cerita pendek (cerpen) yang seolah jujur dan nyata. Danghyang merupakan judul sebuah cerpen sekaligus menjadi judul buku kumpulan cerpen berjudul "Danghyang" KATA MEREKA "Membaca kumpulan cerpen Danghyang seperti berjalan di pantai, tak mau cepat berlalu dan ingin memperhatikan tiap detail alurnya, menikmati nuansa debur larik puisi yang penulis selipkan pada beberapa cerita. Dan pada akhirnya ada setetes kepedulian penulis yang bisa pembaca ambil dari sana. Buku dengan karya yang menjadi cikal bakal warna baru sastra Indonesia." (Ade J.Asnira, Penulis Novel Segel Lima Elemen) "Kumpulan cerpen Danghyang karya Doni Aprianto memadukan unsur lokalitas dengan mitologi. Ritual dalam penceritaan terkesan komatkamit mbah dukun membaca syair. Daya tarik semacam inilah yang menarik untuk dibaca.... " (Taufik Samantamuh, Presiden Kubah Budaya) "Penulis ini benar-benar penyair hebat. Bahasanya benar-benar tidak bisa dikatakan ringan. Saya awalnya tidak suka membaca cerpen atau kumpulannya. Tapi membaca buku ini bikin nagih. Suka!!" (Sinar Yunita, Penulis Novel) "......Penulis mengemasnya menjadi kisah yang menarik dan mengundang keingin tahuan Pembaca untuk membaca hingga akhir cerita. Banyak hikmah yang dapat diambil dari kisah-kisah yang terdapat dalam buku ini. Salut pada Sang Penulis muda yang peka terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di masyarakat dan menuangkannya menjadi sebuah karya sastra yang indah....." (Ocha Thalib, Penulis)

More details
WpActionLinkContent Guidelines