white Room [On Going]

white Room [On Going]

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 27, 2020
Namaku, Alina kepanjangan dari, Alina Putriani seorang perempuan yang kebiasaan mengkhayal bisa pergi ke mars dengan pesawat kertas yang ku lesatkan dari atas gedung melintasi sinar senja yang mulai memudar terbawa gelapnya malam. Sejak kecil aku selalu bermimpi menjadi seorang astronot, bukan karena aku ingin menjadi perempuan yang bisa mengelilingi antariksa dengan bebasnya lalu ku unggah di sosial media lalu banyak di perbincangkan oleh kalangan mahluk bumi dan diundang oleh acara hitam putih. Atau aku pamerkan kepada teman-teman ku karena keberhasilan ku ini, bukan, bukan karena itu, tidak lain alasan ku adalah ingin kabur dari planet yang sering membuatku kesal ini yang setiap harinya membuatku ingin terbang dengan pesawat kertasku mencari planet lain untuk ku singgahi.
All Rights Reserved
#4
mahawira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE BEST FOR YOU
  • TRANSMIGRASI LIANA GADIS BAR-BAR (REVISI)
  • BAYI BUNDA
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Cewek Nakal Vs Cowok Dingin
  • ALANO Dan ALINA(COOL BOY)
  • PLUVIOPHILE
  • zeandra dan Marsha...
  • HELLO, ASHEL!

Dia adalah makhluk Alien yang diciptakan oleh Tuhan entahlah atas dasar apa dia diciptakan dan terbuat dari apa dia diciptakan dia selalu membuat onar. Dan dengan lancar dia mengaku bahwa dirinya adalah makhluk penguasa angkasa, semua orang sangat bahagia saat mahkluk itu tidak ada kecuali aku[...] "Tukang pukul tolong gue." "Oke, makhluk penghuni taman tolongin gue" pintanya lagi. Aku tersenyum dan menolongnya untuk duduk lagi dibangku taman. Dan mengobati luka yang lainnya. "Eh semut kok lo jago berantem sih?" tanyanya tiba-tiba. Aku sedikit terkejut dengan panggilannya itu. "Semut?." "Semut kan penghuni taman" katanya tersenyum. aku diam dengan wajah kesal. "Oke, cacing? " "Kumbang? ", "Kupu-kupu? ", "Lebah? ", "Ulat bulu? " Dia terus saja menyebutkan serangga yang ada ditaman. Seenaknya saja mengganti-ganti nama orang. Menyebalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines