Feel

Feel

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 22, 2014
WpInfo
Fiction
Romance
Langkah kakiku terhenti terpatut, pandang wajah sayu gerak air jatuh menggulir lewati wajah penuh gurat sedih dentuman derai cinta tak lagi sapa aku melemah getar jiwa tak lagi terasa aku merajuk meminta tanda inikah akhir rasa? memang tak lagi sama, tak seperti pukul tua, sayang terucap kasih cinta terucap hati aku berputar bergerak lunglai sungguh, terlalu sakit jiwa ini penantianku tak mampu kuatkanmu rasaku tak mampu hidupkanmu aku berdiri disini untukmu aku tersenyum disini untukmu aku membuka hatiku untukmu aku menanti disini untukmu tak sadarkah itu? ketika kau lepas senyum bibir manis itu mengukir kata kau akan kembali untukku untuk yang terkasih bagimu aku menantimu karena aku cintaimu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • THE CLIMB [Completed]
  • Crazy Couple [End] ✔
  • RION IS MY MANTAN!
  • Reason
  • TENTANG WAKTU [Tamat]
  • BREATHE

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines