Event In Sleep

Event In Sleep

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2020
Apa itu mimpi? Kebanyakan orang menyebutnya itu bunga tidur, ya? Ada juga orang yang menganggap jika kita mimpi 'seseorang' maka orang itu sedang rindu dan ingin bertemu dengan kita, kan? Tidak. Maksudnya tidak, tidak bagi Jungkook. Bagi pria usia 23 tahun itu, mimpi adalah peristiwa atau masa depan seseorang. Atau kita kenal adalah precognitive dream. Precognitive dream adalah sebuah mimpi yang memberikan kepada seseorang informasi mengenai apa yang akan terjadi di masa depan.Dengan kata lain, mimpi ini memiliki sifat meramalkan. Bagaimana jika Jungkook bermimpi tentang masa depan nya? Apa yang akan terjadi jika tau itu adalah hal buruk atau hal baik? Atau keduanya sekaligus? Apa yang dia lakukan nanti. Dan bagaimana jika dia memimpikan hal buruk tentang orang terdekatnya? You are my star - my light - my eyes - my life and my love. Jangan merasa sendiri atau pun takut, aku ada disini. Kamu tau kan aku bisa meramal masa depan, tidak akan ada hal buruk yang terjadi padamu selagi ada aku. Tenang saja. Tidak ada tentangku, bagaimana jika ada tentang kita? Atau tentang mu.
All Rights Reserved
#411
perusahaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • June | PJM
  • Monster [END]
  • One Fairy Seven Angles
  • IN A DREAM
  • Shining Star
  • Nothing Like Us (KookV) ✔
  • Why I Can See You [END]
  • BIG DREAM(Bangtan Boys)
  • ROMANSA

"dia adalah separuh lainnya, tetapi terserah padanya untuk memutuskan apakah dia akan menjadi sisi yang lebih baik atau lebih buruk darinya." gadis itu memandangnya berdansa setiap malam, dalam diam. Satu yang ia tak tahu adalah, laki-laki itu menyadarinya. ---- "Dia teman kecilku. Seseorang yang sangat kusayangi." Ucap June Keheningan, lagi. "Kau tahu", Jimin memulai, "Kebetulan aku juga punya teman seperti itu. Seseorang yang sangat kusayangi." Sebuah jeda. "Bunga ini untuknya." Untuk dia? "Aku menjenguknya di rumah sakit. Kupikir aku harus membawakannya bunga meskipun aku tahu dia membencinya." Dia tertawa, tetapi tawa itu tampak kosong, tidak banyak kebahagiaan yang bersembunyi di baliknya. "Tapi kurasa dia benar. Bunga itu awalnya cantik, tetapi ketika mereka mulai layu, mereka hanya akan menyisakan kenangan tentang betapa indahnya mereka dulu." Jimin terus berbicara, June sudah mulai menampar dirinya sendiri dalam pikirannya karena terlalu dangkal tentang segala hal. Mengapa dia begitu peduli tentang hubungannya dengan Boyoung? "June", Jimin menoleh, mata cokelat gelapnya menatapnya. "Foto yang telah kita bicarakan sebelumnya, diambil pada tahun 2015." ---- sebuah cerita tentang self-love dan self-destruction

More details
WpActionLinkContent Guidelines