Between Love And Hate...

Between Love And Hate...

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 15, 2020
"Mulai hari ini,berhenti cari perempuan yang kamu mau.Dan mama yang akan cariin perempuan buat kamu!" Tari tersenyum puas dan mengambil brownis yang dibawakan Ary tadi,dengan muka santainya Tari memakan brownis dengan nikmat. "Whatt?!! ga bisa dong ma,emang ini zaman Siti nurbaya!mana ada dizaman milenial gini cewek masih dicariin sama ibunya sendiri!" Tegas Ary tidak terima,ia tidak yakin sang mama akan menemukan wanita tipe Ary.I think no! "Pokoknya mama bakal cariin kamu pasangan yang cocok.Titik!ga pake koma!" Ingin Ary menenggelamkan mamanya kekolam gula,biar sang mama bisa dikrubuni semut.Tapi Ary tidak sejahat itu,mau bagaimanapun kanjeng ratunya adalah sang mama.Wanita yang bertaruh nyawa melahirkan dan mengurus Ary sejak kecil. "Gimana kalo cewek pilihan mama itu jorok?tukang kentut?terus gimana kalo cewek itu ga bisa apa-apa?plis ma...Ary ga mau!" Ujar Ary dengan permohonan ala kadamnya,biarlah Tari yang sekarang acuh.Siapa suruh lelaki itu selalu saja diam kala ia mengutarakan kekesalannya.Dan kali ini biarkan ia membalas sikap acuh Ary.Rasakan! Yang berbaik hati silahkan follow..
All Rights Reserved
#14
kepo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Bukan salahmu
  • SOLITUDES
  • MY LOVE STORY
  • THE CLIMB [Completed]
  • GRIZELLE [Completed]
  • Maaf' (Revisi)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ALRIN

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines