My Blue's

My Blue's

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 5, 2020
Abigeil mulai menyukai kesendiriannya dan mulai membenci kehadiran orang- orang disekitarnya, bahkan orang tuanya. Orang tua yang tidak pernah mengerti perasaanya, pacar toxic yang suka memukulnya hingga teman yang tidak pernah mengerti keadaannya membuat Abigeil terpaksa memakai topeng tebal yang menutup dirinya sepenuhnya, berakhir terasingkan oleh orang-orang terdekatnya. Tapi semua berubah ketika ia bertemu Alfa, sosok lelaki dingin yang seakan adalah cerminan dari dirinya sendiri. Abigeil sedikit demi sedikit mulai kembali membuka diri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Along The Wound (Tahap Revisi)
  • TAKEN
  • ELFATHAN
  • DEMOND LORD'S LOVER
  • Bad Girl vs Ice Boy [PRE-ORDER]✔
  • Surat Dari Langit
  • 𝐀𝐋��𝐙𝐇𝐄𝐈𝐆𝐀𝐑𝐀
  • The Sexy Lecturer Is Mine
  • The Beautiful Nerd
  • TOPENG [END]

Ayla Neera Gracia, yang akrab disapa Ayla, telah menyimpan perasaan terhadap seorang pria bernama Gio Gracion Kendrick sejak lama. Selama masa SMP, Ayla secara intensif mencari informasi tentang Gio, termasuk nomor telepon dan data pribadinya. Setelah upaya yang gigih, Ayla akhirnya berhasil mengumpulkan informasi yang diinginkan, termasuk nomor telepon Gio. Setelah menyelesaikan masa SMP, Ayla berasumsi bahwa ia dan Gio tidak akan pernah bertemu lagi. Namun, sepertinya takdir memiliki rencana lain. Mereka dipertemukan kembali di Sekolah Menengah Atas (SMA), dan kesempatan ini semakin memotivasi Ayla untuk mengejar cintanya pada Gio. "Gio sampe kapan? balas perasaan Ayla." Gio menatapnya dingin, suaranya datar namun tajam. "lo masih ngejar gue?" Ayla mendengar hal itu tersenyum kecil, mengangguk samar. "Ayla kan terus ngejar cinta Gio, karena bagi Ayla, Gio itu bintang, cahaya yang selalu Ayla lihat, bahkan dari jauh." Gio tertawa sinis. "Bintang? Lo jangan bodoh. Gue nggak pernah bersinar buat lo. Lo cuma maksa lihat cahaya yang nggak pernah ditujukan buat lo. Jadi, berhenti mempermalukan diri lo sendiri. Gue nggak punya, dan nggak akan pernah punya perasaan yang sama." "Dan lo tau, lo itu hama." lanjut Gio. Senyum di wajah Ayla semakin memudar. Matanya bergetar menahan air mata. "Hama? Jadi... aku sebegitu kotor ya di mata Gio?" Gio terdiam sejenak, sebelum menatapnya tanpa belas kasihan. "Ya lo itu hama yang terus nempel dan ganggu hidup gue. Setiap kali lo muncul, sesuatu yang kotor nempel di gue. Jadi, gue peringatin lo berhenti berharap sama perasaan menjijikkan lo itu. Gue nggak butuh dikasihani, apalagi dicintai sama orang kayak lo."

More details
WpActionLinkContent Guidelines