All Just A Dream

All Just A Dream

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 3, 2020
Chika gadis yang memiliki hal-hal gila dikepala cantiknya berhasil menarik para kakak kelas juga lelaki wanted di sekolah. sikap nya yang membuat mereka sakit kepala karna mengenalnya tapi tidak membuat mereka menjauh melainkan semakin mendekat. Lala adalah gadis yang periang dan salah satu sahabat dari Chika yang memiliki sifat 11:12 tapi menurutnya Chika lah panutannya. Tiara adalah gadis yang ramah juga menakutkan bila ada yang berani mengusik sahabat-sahabatnya. Qilla adalah gadis yang masa bodo juga cuek tapi begitu hangat hanya untuk sahabat-sahabatnya. melody gadis periang dan memiliki niat untuk mengumpulkan mantan sebanyak-banyaknya. Mari kita ikuti kisah-kisah mereka, perjalanan mereka, humor mereka, perjalanan cinta mereka, konflik mereka. Apakah akan berakhir Sad ataukah Happy? hm menurut kalian harus apa? Akankah mereka mendapatkan sebuah cinta atau penolakan? maunya apa? Mari kita bersama-sama mengikuti kisah dari mereka dan jadilah bagian dari mereka. Kisah mereka dan kita... Happy reading and have fun... Arigatou ...
All Rights Reserved
#92
chika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Best Friend ?
  • Leona[Hiatus]
  • CHIKARA: I LOVE YOU MY SENIOR
  • VARA [HIATUS]
  • ATTEMPT [END✓]
  • YANG SERUPA TAK PERNAH SAMA [END-TERBIT]
  • CHIKA ARA • ✓

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines