Karen Arnand Anggara

Karen Arnand Anggara

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 16, 2021
"ren, bukannya cewek itu yang Lo..." Tanya Arfan. "Iya" . . . "Lo apa-apaan sih? Dengan cara Lo yang kayak gini, Lo udah hampir ngerebut keperawanan cewek, bahkan cewek yang lo belum kenal sama sekali. Gak gini cara nyelesein masalah, yang ada Lo cuma nambah masalah baru" * * * "Hidup itu, bukan hanya soal bahagia dan bagaimana kita menyikapinya. Tapi bagaimana kita menyambut dan menghadapi sesuatu yang tak pernah kita harapkan dalam hidup kita" "Hidup itu butuh masalah, agar kita tahu bahwa kita diciptakan tak hanya untuk kebahagiaan. Hidup itu butuh jatuh, agar kita tahu bagaimana rasanya bangkit dan berjuang kembali"
All Rights Reserved
#216
anakbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Bukan) Keluarga
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • Padam Nelangsa
  • Crazy Marriage
  • Bad Papa
  • Kenangan Bersama Luka
  • Crazy Matcmaking Z&K🍍
  • KITA DAN SEMESTA
  • pengendali hati

Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines